Implementasi Metode Fuzzy Pada Kualitas Air Kolam Bibit Lele Berdasarkan Suhu Dan Kekeruhan

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Muchammad Cholilulloh Dahnial Syauqi Tibyani Tibyani

Abstrak

Kualitas air kolam yang kurang baik dapat menyebabkan kesehatan ikan akan terganggu, pertumbuhan ikan akan menjadi lambat dan bisa mengancam kegagalan panen. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air meliputi suhu dan kekeruhan. Suhu air untuk pembudidaya bibit ikan lele berkisar 23˚C – 30˚C dan kekeruhan air dapat dilihat dari kejernihan air berdasarkan warnanya. Warna keruh pada air menyebabkan pantulan cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam air. Padahal pada proses pertumbuhan bibit ikan lele dibutuhkan cahaya sinar matahari yang cukup. Pada penelitian ini di gunakan metode fuzzy takagi-sugeno untuk mengukur kualitas air pada kolam bibit lele berdasarkan suhu dan kekeruhan. Parameter yang di gunakan ada dua yaitu parameter suhu dan sensor keruh. Output dari penelitian ini adalah kontrol pompa yang berfungsi untuk mengganti atau mengisi air kolam. Air kolam akan di ganti apabila sudah melewati batas range kekeruhan dan di isi apabila melebihi range suhu dingin ataupun panas yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil pengujian sistem ini dapat membaca nilai suhu dengan hasil rata-rata 2,39 % dan nilai kekeruhan dapat mengukur tingakat kepekatan air, serta dapat mengontrol kualitas air dengan baik.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Cholilulloh, M., Syauqi, D., & Tibyani, T. Implementasi Metode Fuzzy Pada Kualitas Air Kolam Bibit Lele Berdasarkan Suhu Dan Kekeruhan. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 5, p. 1813-1822, agu. 2017. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/1392>. Tanggal Akses: 30 mar. 2020
Bagian
Artikel