Perbandingan Kinerja Routing Multi Copy Dan Routing First Contact Dengan Stationary Relay Node Pada Delay Tolerant Network (DTN)

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Poltak G. Hutajulu Widhi Yahya Eko Sakti Pramukantoro

Abstrak

Internet menjadi salah satu media penyaji dan pertukaran informasi yang paling banyak digunakan. Pertukaran informasi tersebut dapat diakses jika menggunakan konektivitas yang memadai. Beberapa tempat masih memiliki konektivitas yang rendah dan tidak memiliki konektivitas seperti daerah pendakian gunung Semeru, sehingga pertukaran informasi akan sulit diakses dikarenakan delay dan tingkat loss yang tinggi. Masalah tersebut diatasi dengan Delay Tolerant Network (DTN). DTN adalah sebuah konsep jaringan yang toleran terhadap delay dan koneksi yang terputus pada suatu jaringan. Pada penelitian ini menggunakan proses simulasi jaringan DTN pada The ONE simulator untuk membandingkan kinerja protokol routing DTN dengan penambahan Stationary Relay Node. Jenis routing yang digunakan adalah routing First Contact, Epidemic, MaxProp, ProPHET, dan Spray and Wait dengan skenario jalur pendakian Semeru. Hasil pengujian  penelitian ini menunjukkan delivery probability tertinggi didapatkan sebesar 0,5388 dengan jumlah 200 node dan 15 Stationary Relay Node oleh routing Spray and Wait. Overhead ratio tertinggi yang didapatkan sebesar 6,7484 dengan jumlah 50 node dan 20 stationary relay node oleh routing Spray and. Routing First Contact sebelum dan sesudah penambahan Stationary Relay Node memiliki tingkat average latency yang lebih tinggi. Average latency terendah yang didapatkan sebesar 7491,9710 dengan jumlah 200 node dan 15 Stationary Relay Node oleh routing MaxProp.


 

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Hutajulu, P., Yahya, W., & Pramukantoro, E. Perbandingan Kinerja Routing Multi Copy Dan Routing First Contact Dengan Stationary Relay Node Pada Delay Tolerant Network (DTN). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 7, p. 2513-2522, sep. 2017. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/1692>. Tanggal Akses: 25 sep. 2017
Bagian
Artikel