Sistem Diagnosis Penyakit Kelamin Pada Pria Menggunakan Metode Forward Chaining Dan Dempster-Shafer

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Kukuh Bhaskara Nurul Hidayat Lailil Muflikhah

Abstrak

Menurut World Health Organization (WHO), terdapat sebanyak kurang lebih satu juta kasus infeksi menular seksual (IMS) terjadi pada tiap harinya.  Dapat diperkirakan terdapat sebanyak 357 juta kasus infeksi menular seksual baru di seluruh belahan dunia yang terjadi tiap tahunnya. Infeksi menular seksual merupakan semua infeksi yang ditularkan oleh virus, bakteri maupun jamur dari satu individu ke individu lain melalui hubungan seksual atau melalui organ genital. Bayi yang baru saja dilahirkan memiliki risiko tertular penyakit gonore karena ibunya akibat melewati organ genital yang terinfeksi bakteri N. Gonorrhoeae. Menurut WHO, pada saat ini terdapat lebih dari 30 jenis bakteri, virus dan juga parasit yang telah teridentifikasi dapat mengakibatkan infeksi menular seksual. Sebanyak 8 dari 30 jenis bakteri, virus dan parasit ini merupakan risiko terbesar dalam mengakibatkan infeksi menular seksual. Tujuan dari penelitian ini ialah mengimplementasikan metode Forward Chaining dan Dempster-Shafer dan menguji keakuratan akurasi metode ini dalam mengidentifikasi penyakit kelamin pada pria. Hasil dari penelitian yaitu berdasarkan 35 data uji, akurasi yang didapatkan sistem diagnosis ini adalah sebesar 94,2% yang membuktikan jika sistem diagnosis ini dapat berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan diagnosis yang dihasilkan oleh pakar.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Bhaskara, K., Hidayat, N., & Muflikhah, L. Sistem Diagnosis Penyakit Kelamin Pada Pria Menggunakan Metode Forward Chaining Dan Dempster-Shafer. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 3, p. 2823-2828, jan. 2019. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/4823>. Tanggal Akses: 20 okt. 2019
Bagian
Artikel