Klasifikasi Genus Karang Keras (Scleractinia) dengan Metode Gray Level Co-Occurrence Matrix

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Muh. Ihsan As Sauri Agus Wahyu Widodo Oktiyas Muzaky Luthfi

Abstrak

Ekosistem terumbu karang sangat penting untuk sumber kehidupan bagi aneka ragam biota laut. Terumbu karang memiliki manfaat secara ekologi dan ekonomis, maka dari itu perlu dilakukan monitoring secara berkala agar terjaga dengan baik ekosistemnya. Monitoring ini dilakukan agar penanganan terhadap pengelolaan berjalan dengan benar, untuk itu diperlukan kegiatan identifikasi karang yang terdapat pada suatu wilayah tertentu. Identifikasi karang tidak semudah identifikasi tumbuhan, hewan maupun makhluk lain yang memiliki terminologi yang umum dan sudah dibuat mapan. Karang memiliki jenis-jenis yang hampir mirip seperti contoh pada Genus susah untuk dilakukan. Oleh karena itu diperlukan klasifikasi Genus Karang keras (Scleractinia) dengan metode Gray Level Cooccurrence Matrix (GLCM). Kelas yang digunakan adalah Genus Acropora, Echinopora, Porites dan Fungia. Pemrosesan dilakukan menggunakan citra dari karang dengan jenis Genus tersebut dengan preprocessing GLCM. Fitur-fitur yang digunakan dari proses GLCM adalah nilai Contrast, Entropy, Energy, Homogenity, dan Correlation. Klasifikasi yang digunakan adalah Support Vector Machine (SVM) dengan hasil yang didapatkan keempat Genus masih sulit untuk diidentifikasi dengan hasil akurasi sebesar 25%.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Sauri, M., Widodo, A., & Luthfi, O. Klasifikasi Genus Karang Keras (Scleractinia) dengan Metode Gray Level Co-Occurrence Matrix. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 6, p. 5397-5405, juli 2019. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/5485>. Tanggal Akses: 23 okt. 2020
Bagian
Artikel