Implementasi Encounter Record untuk menangani Flood Attack pada Routing Protocol Epidemic dan Routing Protocol Spray-And-Wait DTN

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Yefta Kristiyanto Rakhmadhany Primananda Dany Primanita Kartikasari

Abstrak

Delay Tolerant Network (DTN) merupakan jaringan yang toleran terhadap delay. Namun DTN memiliki batasan pada sumberdaya penyimpanannya. DTN mempunyai dua protokol routing, routing single-copy dan multi-copy. Sumberdaya protokol routing multi-copy menjadi lebih cepat penuh karena digunakan untuk menyimpan replika-replika pesan. Oleh sebab itu, routing multi-copy menjadi lebih rawan flood attack dibandingkan dengan routing single-copy. Flood attack merupakan serangan yang dilakukan oleh malicious node dengan mengirimkan paket dengan jumlah yang banyak ke dalam jaringan. Salah satu mekanisme keamanan yang dapat digunakan untuk melakukan deteksi serangan flood attack pada DTN adalah ER. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan ER untuk menangani flood attack. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan deteksi flood attack pada routing Epidemic sebesar 1.22349 detik dan pada routing Spray-and-wait sebesar 0.97765 detik. Akurasi deteksi penggunaan ER memiliki nilai lebih dari 80% untuk kedua protokol. Selisih hasil penggunaan ER dan tanpa ER pada routing Epidemic sebesar 17.209% dan Spray-and-wait sebesar 66.7139%. Hasil average latency sebesar 2774.35489 ms untuk routing epidemic dan 2794.70716 ms untuk routing spray-and-wait. Hasil overhead ratio pada routing epidemic sebesar 281.52343 dan pada routing Spray-and-wait sebesar 8.82161.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Kristiyanto, Y., Primananda, R., & Kartikasari, D. Implementasi Encounter Record untuk menangani Flood Attack pada Routing Protocol Epidemic dan Routing Protocol Spray-And-Wait DTN. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 6, p. 5640-5646, juli 2019. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/5534>. Tanggal Akses: 28 okt. 2020
Bagian
Artikel