Evaluasi Proses Bisnis Pada PT Merdeka Grafika Indonesia Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Evaluation Framework (QEF)

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Rusjda Widya Rahmani Aditya Rachmadi Andi Reza Perdanakusuma

Abstrak

PT Merdeka Grafika Indonesi merupakan perusahaan manufaktur yang berfokus memproses bahan baku menjadi produk jadi.Perusahaan ini bergerak dibidang percetakan yang melayani pemesanan cetak poster, koran, majalah, kalender, serta tabloid. Proses produksi di perusahaan mencangkup proses pra-cetak, produksi cetak, dan proses finishing. Dengan proses yang panjang hambatan dan kegagalan cetak dapat terjadi saat produksi berlangsung. Hambatan dan kegagalan cetak diakibatkan oleh pendefinisian desain cetak yang kurang effektif, terjadi downtime mesin, dan informasi tentang stock bahan baku masih mengalami selisih didalam pendataan. Selama ini perusahaan hanya berfokus pada perbaikan produk yang gagal tanpa mengetahui penyebab kegagalan yang ada pada setiap aktifitas produksi. Maka perlu dilakukan evaluasi proses bisnis yang berjalan saat ini dengan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Evaluation Framework (QEF). FMEA digunakan untuk mengetahui setiap kegagalan yang terjadi pada aktivitas produksi. QEF digunakan untuk mengetahui gap yang terjadi antara target dan perhitungan QEF berdasar pada kondisi perusahaan saat ini. Kedua hasil metode tersebut berupa ketidaksesuaian target perusahaan dan potensi kegagalan yang akan dicari akar permasalahanya menggunakan Root Cause Analysis.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Rahmani, R., Rachmadi, A., & Perdanakusuma, A. Evaluasi Proses Bisnis Pada PT Merdeka Grafika Indonesia Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Evaluation Framework (QEF). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 8, p. 7434-7443, agu. 2019. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/6028>. Tanggal Akses: 17 agu. 2019
Bagian
Artikel