Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal menggunakan Gabungan Genetic Algorithm dan Fuzzy K-Nearest Neighbor (GAFKNN)

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Muhyidin Ubaiddillah Dian Eka Ratnawati Candra Dewi

Abstrak

Penyakit gagal ginjal kronik adalah salah satu jenis penyakit tidak menular tapi mematikan. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013), penyakit ini di indonesia memiliki nilai prevensi nilai kurang lebih 0.2 persen. Namun beberapa orang masih belum sadar kalau mereka telah mengalami penyakit ini, dan penyakit gagal ginjal mereka telah pada tahap gagal ginjal kronik sehingga salah satu pengobatannya adalah dengan melakukan cuci darah. Padahal bila orang tersebut masih pada gagal ginjal stadium awal atau stadium dua, masih dapat melakukan terapi tanpa cuci darah. Selain itu beberapa orang masih malas untuk melakukan konsultasi, sehingga dibutuhkan sebuah program agar orang tersebut dapat mengetahui kondisi mereka dan termotivasi untuk melakukan checkup ke dokter. Dari permasalah tersebut dibutuhkan sebuah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh klasifikasi. Salah satu metode yang dapat melakukan klasifikasi adalah Fuzzy KNN, namun Fuzzy KNN memiliki kelemahan yaitu menentukan nilai k dan m yang menghasilkan nilai optimal. Sehingga dilakukan penggabungan dengan GAs. Dari hasil penggabungan tersebut program dapat menghasilkan akurasi yang cukup optimal yang mencapai 98%, dengan parameter pada GAs yaitu populasi 40, generasi 15, CR 0.5 dan MR 0.8.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Ubaiddillah, M., Ratnawati, D., & Dewi, C. Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal menggunakan Gabungan Genetic Algorithm dan Fuzzy K-Nearest Neighbor (GAFKNN). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 2, p. 577-583, agu. 2017. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/880>. Tanggal Akses: 20 okt. 2019
Bagian
Artikel