Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kucing Menggunakan Metode Naive Bayes – Certainty Factor Berbasis Android

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Achmad Affan Suprayogi Nugraha Nurul Hidayat Lutfi Fanani

Abstrak

Pada saat ini masyarakat banyak sekali yang memelihara hewan kucing. Kondisi ini disebabkan karena banyak sekali manfaat yang dirasakan setelah memelihara kucing, anatar lain yaitu menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap makluk hidup dan juga dapat membantu memulihkan kondisi psikologis seseorang sehingga dapat mengurangi stres. Selain pemeliharaannya yang relatif mudah, kucing adalah hewan yang lucu dan menggemaskan. Akan tetapi apabila kondisi kesehatan kucing terganggu akan berdampak negatif bagi pemelihara karena resiko dapat tertular penyakit dari kucing. Kesehatan kucing dirasa penting tetapi jumlah tenaga medis hewan kucing yang ada sangat terbatas. Pembuatan sistem ini dapat membantu pekerjaan pakar dalam mendiagnosis penyakit kucing. Metode yang digunakan adalah Naive Bayes dan Certainty Factor. Metode Naive Bayes bekerja dengan cara mencari nilai peluang kemunculan penyakit kucing, sedangkan metode Certainty Factor bekerja dengan cara mencari nilai kepercayaan. Aplikasi ini dikembangkan berbasis android dengan menggunakan bahasa pemrograman JAVA dan XML pada Android Studio. Pengujian yang dilakukan dengan membandingkan kesesuaian hasil diagnosis sistem dengan hasil diagnosis pakar. Dari pengujian 25 data kasus didapatkan tingkat akurasi sistem pakar diagnosis penyakit kucing menggunakan metode Naive Bayes – Certainty Factor Berbasis Android sebesar 80%.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Cara Sitasi
Nugraha, A., Hidayat, N., & Fanani, L. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kucing Menggunakan Metode Naive Bayes – Certainty Factor Berbasis Android. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 2, p. 650-658, agu. 2017. ISSN 2548-964X. Tersedia pada: <http://j-ptiik.ub.ac.id/index.php/j-ptiik/article/view/903>. Tanggal Akses: 20 okt. 2019
Bagian
Artikel