Pengembangan Aplikasi White Label PPOB berbasis Web menggunakan Pemodelan Reuse Oriented Development (Studi pada PT XYZ)
Kata Kunci:
reusable component, microservice, validation testing, compatibility testing, user acceptance testAbstrak
Whitelabel adalah kegiatan yang merujuk pada membeli suatu produk / jasa oleh reseller lalu diberi label baru seolah pihak reseller tersebut yang memproduksinya. Sedangkan payment point online bank (PPOB) merupakan sistem pembayaran tagihan dan pembelian produk seperti pulsa, paket data, token listrik, voucher elektronik, dan sebagainya secara online. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah saat ini terdapat salah satu penyedia layanan PPOB di Indonesia yaitu PT XYZ (nama perusahaan disamarkan). PPOB PT XYZ kurang lebih memiliki 26.000 pengguna, 17% diantaranya adalah member milik mitra PT XYZ. PT XYZ membuka kerjasama kemitraan dengan perusahaan/organisasi lain untuk mengembangkan PPOB atas nama perusahaan/organisasi tersebut. Metode tersebut merupakan metode pemasaran yang disebut dengan whitelabel. Meski saat ini aplikasi PPOB whitelabel dengan mitra sudah berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa kebutuhan baru diantaranya penyesuaian keuntungan produk, penggunaan rekening bank milik mitra, notifikasi SMS pada pembelian token PLN, dan aplikasi PPOB berbasis web. Untuk dapat menyelesaikan kebutuhan baru tersebut dengan mudah, cepat, dan memiliki kualitas yang cukup baik maka penggunaan metode reuse oriented development sangat dianjurkan. Pada penelitian ini dihasilkan sistem PPOB sederhana yang dapat memenuhi kebutuhan baru dari whitelabel PPOB milik PT XYZ yang sudah ada, dengan menggunakan struktur microservice dan menggunakan library (reusable component) dan layanan dari pihak ketiga (software as a service). Sistem tersebut juga telah diuji menggunakan validation testing dan mendapatkan hasil 100% valid, tidak ada critical issues pada compatibility testing, dan mendapat nilai sebesar 81,5% pada user acceptance test (UAT).